Teleskop James Webb Mulus Rangkai Cermin dan Buka Perisai Matahari

Diluncurkan dari Bumi tepat pada Hari Natal lalu, Teleskop James Webb kini telah terangkai sepenuhnya di luar angkasa. Cermin utamanya yang memiliki lebar 6,5 meter dan tersusun dari sejumlah reflektor heksagonal, terbuat dari pelat emas, telah diputar untuk menempati posisi siap fungsi.

Cermin yang sudah terkunci pada posisinya itu menandai tahapan final dari proses panjang membuat teleskop itu terkembang dari konfigurasinya saat peluncuran. Teleskop memiliki posisi semula yang dimampatkan setelah dibawa meluncur menumpang Roket Ariane 5 dari Guyana Prancis pada 25 Desember lalu.

Teleskop Luar Angkasa James Webb adalah teleskop paling maju yang ada di luar angkasa saat ini. Dibandingkan Hubble yang digantikannya, James Webb akan mampu melihat lebih jauh ke pedalaman alam raya untuk bisa membayangkan bintang-bintang yang lebih primitif daripada yang bisa diamati saat ini.

Tahapan membuat teleskop terkembang beruntung sekali berjalan mulus. Pada 4 Januari 2022, operator Teleskop James Webb juga melewati tahapan manuver paling kritikal, yakni membuka lipatan dan memperkuat perisai matahari. Perisai berperan melindungi empat instrumen ilmiah yang sensitif dari paparan radiasi matahari yang sangat kuat.

Lalu, pada 5 Januari, cermin kedua atau cermin individual James Webb giliran dikembangkan. Pada 8 Januari, panel samping kedua dari cermin primer dibuka dari lipatannya. Itu merupakan tahapan terakhir sebelum teleskop benar-benar terkembang ke bentuk operasionalnya.

Meski tahapan terbesar dan paling kompleks telah dilalui dengan mulus, masih ada beberapa langkah tersisa sebelum Teleskop Luar Angkasa James Webb tiba di tujuannya, L2. Ini adalah sebuah orbit dengan gaya gravitasi stabil, berasa sejauh 1,7 juta kilometer dari Bumi.

Teleskop butuh menyalakan roket pendorongnya untuk yang ketiga kalinya untuk sampai tepat di L2. Dua koreksi posisi pertama tak disangka menggunakan bahan bakar yang lebih sedikit daripada yang diperkirakan. Tim NASA berterima kasih kepada akurasi peluncuran roket Ariane 5.

Bahan bakar yang dihemat di tahapan ini akan bisa dimanfaatkan Teleskop James Webb untuk nantinya bertahan lebih lama daripada yang diharapkan yakni 10 tahun. Para insinyur NASA dan tim operasional Teleskop James Webb berharap upaya koreksi posisi ketiga nanti, yang dijadwalkan dilakukan akhir Januari, juga akan berjalan mulus.

Cermin dari 18 pelat emas James Webb juga masih harus disesuaikan susunannya dengan rangkaian optik teleskopnya. Para insinyur NASA akan memindahkan 126 motor cermin sepanjang beberapa bulan ke depan untuk menempatkan mereka pada posisi masing-masing.

Begitu semua sudah pada posisinya dan teleskop tersusun sempurna, instrumen-instrumen ilmiah yang ada akan menjalankan kalibrasi final sebelum James Webb siap merekam gambar pedalaman alam raya pada Mei-Juni tahun ini juga.

“Kami sangat senang proses kompleks membuka rangkaian teleskop telah sukses,” kata Günther Hasinger dari Badan Antariksa Eropa (EMA). NASA berkolaborasi dengan EMA dan Badan Antariksa Kanada untuk misi Teleskop James Webb. Total ribuan insinyur dan ratusan ilmuwan terlibat di dalamnya.

Hasinger menambahkan, “Saat ini kami sedang menahan napas untuk bisa melewati tahapan penyesuaian optik, pengujian instrumen, dan akhirnya mendapatkan hasil ilmiah pertama yang menakjubkan.”

Seiring rangkaian proses koreksi posisi, Teleskop James Webb akan mendingin ke level suhu -223 derajat Celsius di bawah bayang-bayang perisai matahari-nya. Dia kemudian akan mengamati jauh, dalam spektrum inframerah, mencari bintang dan planet-planet yang belum pernah terlihat sebelumnya.

NEW SCIENTIST, NASA

Leave a Reply

Your email address will not be published.