Krisis Chip Memaksa Toyota Pangkas 20 Persen Produksi pada Februari 2022

Toyota Motor Corporation mengumumkan bahwa mereka akan memangkas produksi pada Februari 2022 sebesar 20 persen. Pengurangan kapasitas produksi ini diakibatkan krisis chip semikonduktor yang masih terjadi hingga saat ini.

Melansir laman Hindustan Times, Toyota akan memangkas target produksi dari 700.000 unit menjadi 200.000 unit pada bulan depan. Selain itu, raksasa otomotif Jepang ini juga akan menutup fasilitas produksi di pabrik Tahara yang berlokasi di Prefektur Aichi, Jepang.

Toyota sendiri saat ini masih berusaha meningkatkan produksinya untuk menembus target yang kurang pada tahun lalu selama gangguan rantai pasokan. Perusahaan masih mempertahankan targetnya untuk menghasilkan 9 juta kendaraan di tahun fiskal, yang berakhir pada Maret mendatang.

Namun untuk bisa mencapai target produksi tersebut, Toyota nampaknya harus lebih bekerja keras. Pasalnya dalam mencapai target tersebut, perusahaan harus bisa memproduksi satu juta mobil pada bulan Maret. Jelas ini bukan sesuatu yang mudah mengingat gangguan rantai pasokan masih terjadi hingga saat ini.

Pada pertengahan Desember kemarin, kelompok perdagangan suku cadang mobil Jepang memperingatkan bahwa sejumlah masalah berdampak pada pengadaan produknya. Itu terjadi karena masalah krisis chip yang masih terjadi di sejumlah negara.

Kemudian pada awal tahun ini, Toyota telah menangguhkan operasi di pabrik manufaktur mobil joint-venture di Tianjin, Cina. Penangguhan ini terjadi setelah pihak berwenang setempat mengamanatkan pengujian massal untuk menekan penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Pabrik Toyota di Tianjin ini memproduksi sekitar setengah juta kendaraan setiap tahunnya. Adapun beberapa model yang diproduksi di pabrik ini, antara lain Corolla sedan dan RAV4 SUV.

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto.

DICKY KURNIAWAN | HINDUSTAN TIMES

Leave a Reply

Your email address will not be published.