Jenis Minyak Mana yang Paling Sehat Buat Masak Selain Minyak Sawit?

TEMPO.CO, Jakarta -Hingga saat ini harga minyak sawit masih melambung tinggi hingga mencapai kisaran Rp 20.000 perliter karena harga CPO atau bahan baku dari minyak goreng itu yang mahal.

Selain minyak goreng dari sawit terdapat minyak-minyak yang dihasilkan oleh tanaman lain dan lebih sehat dari minyak kelapa sawit.

Berikut 4 jenis minyak paling sehat versi Heath Line,

1. Minyak Zaitun

Minyak yang paling sehat urutan pertama adalah minyak zaitun. Disebutkan bahwa minyak zaitun memiliki titik asap mencapai 176 derajat celcius sehingga dapat digunakan untuk berbagai macam masakan dan metode.

Minyak zaitun sudah digunakan sejak lama sebagai minyak serbaguna, mulai dari menumis,

2. Minyak Alpukat

Selanjutnya ada minyak alpukat sebagai minyak paling sehat. Minyak alpukat ini memiliki titik asap yang lebih tinggi yaitu 271 derajat celcius yang cocok digunakan untuk deep frying.

Kandungan yang ada dalam alpukat juga tidak jauh berbeda dengan minyak zaitun bahkan memiliki kandungan LDL yang lebih tinggi dari minyak zaitun.

Minyak alpukat juga bermanfaat untuk mengurangi peradangan sendi, meningkatkan penyerapan nutrisi lain, dan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungannya juga tidak rusak saat dipanaskan karena kandungan nutrisi dari minyak alpukat tergantung dari tempat ditanamnya dan cara ekstraksi.

3. Minyak Wijen

Meski tak setinggi minyak alpukat, titik asap minyak wijen lebih tinggi daripada minyak zaitun, yaitu 210 derajat celcius. Dalam minyak yang banyak digunakan untuk masakan Asia ini tinggi akan antioksidan sesamol dan sesaminol yang sehat untuk jantung.

Juga memiliki efek neuroprotektif yang bermanfaat terhadap penyakit tertentu seperti Parkinson. Tak hanya itu, berdasarkan penelitian pada penderita diabetes tipe 2 ditemukan bahwa menggunakan minyak wijen selama 90 hari secara signifikan menurunkan gula darah dan biomarker manajemen gula darah jangka panjang.

4. Minyak Kesumba (Safflower)

Minyak safflower ini berasal dari tumbuhan dengan nama sama atau dalam Bahasa Indonesia disebut bunga kesumba. Tanaman ini banyak ditemukan di Mediterania tepatnya di Mesir. Minyak ini memiliki titik asap hingga 265 derajat celcius dan memiliki kandungan rendah lemak jenuh serta mengandung persentase asam lemak tak jenuh yang lebih tinggi. Selain itu menggunakan minyak safflower setiap hari dapat mengurangi peradangan, manajemen gula darah, dan kolesterol pada wanita pasca menopause dengan obesitas dan diabetes tipe 2.

Minyak Safflower ini juga dapat digunakan untuk berbagai masakan, mulai dari marinasi, saus,

TATA FERLIANA

Leave a Reply

Your email address will not be published.