Elon Musk Dikecam Cina Setelah Satelitnya Nyaris Menabrak Stasiun Antariksa Cina

Elon Musk dan SpaceX baru-baru ini mendapat kecaman dari warga Cina. Orang-orang mengkritik perusahaan penerbangan luar angkasa dan pemiliknya itu secara online setelah satelitnya, Starlink Internet Services, hampir menabrak stasiun luar angkasa Cina.

Kabar tentang kecelakaan yang hampir terjadi itu tiba setelah Cina baru-baru ini menyerahkan dokumen ke badan antariksa PBB awal bulan ini. Padahal peristiwanya sudah terjadi pada awal tahun ini, di mana satelit unit Internet Service Provider (ISP) SpaceX itu nyaris dua kali celaka.

Dalam dokumen yang diterbitkan di situs web Kantor PBB untuk Urusan Luar Angkasa, Cina menyatakan: “untuk alasan keamanan, stasiun luar angkasa Cina menerapkan kontrol penghindaran tabrakan preventif.”

Sayangnya, keabsahan klaim tersebut belum dapat dikonfirmasi dan SpaceX belum menanggapi masalah ini secara terbuka. Pengguna media sosial Cina, Weibo—yang mirip dengan Twitter—bahkan mulai mengkritik perusahaan tersebut, dengan salah satunya menyebut satelit Starlink sebagai sampah.

“Starlink hanya tumpukan sampah luar angkasa,” cuit salah satu warga Cina. Sementara yang lain menyebutnya: “senjata perang ruang angkasa Amerika.”

Selama bertahun-tahun, jumlah puing-puing ruang angkasa dan satelit buatan yang mengorbit Bumi memang telah bertambah. Oleh karena itu, para ilmuwan telah mendesak berbagai pemerintah untuk berbagi data guna mengurangi risiko kecelakaan berbahaya yang disebabkan oleh potensi tabrakan.

Sampai sekarang, SpaceX sendiri telah mengerahkan hampir 2.000 satelit untuk layanan internet Starlink-nya. Selain itu, perusahaan yang dipimpin Musk, Tesla, baru-baru ini terjebak dengan sejumlah masalah di Cina yang berkaitan dengan risiko keamanan hingga tuntutan hukum atas iklan palsu.

GIZMOCHINA | CNBC

Leave a Reply

Your email address will not be published.