Bikin Iri Malaysia, Ini Rencana Kampus Bersama MIT dan Tsinghua University

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengungkap kekecewaannya terhadap dua universitas bergengsi dari Amerika Serikat dan Cina yang memilih Indonesia untuk pendirian kampus bersama. Keduanya adalah Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Tsinghua University.

“Agak kecewa telah memilih Indonesia dan bukan Malaysia untuk mendirikan kampus universitas bersama,” kata Najib di media sosial, Kamis, 20 Januari 2022.

Najib merujuk kepada pembangunan kampus terpadu Upaya Indonesia Damai (UID) Bali Campus. UID menggandeng MIT Sloan School of Management dan Tsinghua University Southeast Asia Center dalam kerja sama pendidikan, penelitian dan pengembangan pendidikan tinggi.

Khusus dengan MIT, UID Bali Campus akan meneruskan dan mengembangkan kerja sama pendidikan yang telah berjalan lewat program pendidikan eksekutif IDEAS Asia Pacific. Sedangkan dengan Pusat Asia Tenggara di Universitas Tsinghua juga telah terjalin kerja sama penyelenggaraan pendidikan profesional, Happy Digital X: System, Product and Service.

“Kampus ini akan menjadi wadah berbagai kegiatan untuk memfasilitasi lahirnya inovasi dan pengembangan sumber daya manusia, sehingga dapat membantu akselerasi pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) di tingkat nasional, regional dan global,” ujar Ketua Yayasan UID, Suyoto, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa 18 Januari 2022.

Kampus tersebut akan diresmikan pada akhir 2022 bertepatan dengan penyelenggaraan Konferensi G-20 di Bali. Lokasi kampus dipilih di Bali karena semangat untuk ikut menjaga keindahan alam, keluhuran budaya, dan praktik nyata Tri Hita Karana yang hidup di Pulau Dewata itu.

Suyoto mengatakan kampus yang akan berdampingan dengan TechPark tersebut akan terdiri atas bangunan-bangunan yang melambangkan nilai-nilai kearifan lokal Bali yang menjunjung tinggi keselarasan hubungan manusia dengan manusia, dengan Sang Pencipta dan alam lingkungan. “Dan diharapkan menjadi purwarupa global pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Kekecewaan Malaysia

Adapun Najib mengklaim Malaysia mampu menjadi pusat pendidikan internasional dengan pendirian universitas-universitas tersohor dari luar negeri di dalam negerinya. Selain meningkatkan kepercayaan para pelajar kepada negara itu, menurutnya, berdirinya kampus universitas-universitas internasional di Malaysia akan membuat lebih banyak warga Malaysia belajar dengan biaya yang lebih rendah.

Sejalan dengan keinginan itu, Najib mengungkap 11 kampus universitas internasional telah didirikan di Malaysia saat dirinya menjabat sebagai menteri pendidikan (1995-1999) dan perdana menteri (2009-2018). Di antaranya adalah Monash University, Australia di Sunway (1998), University of Nottingham, Inggris di Selangor (2000), dan Xiamen University, Cina di Sepang (2015).

Tetapi sayangnya, Najib menambahkan, program terhenti sejak Pemilu Malaysia 2018 lalu. Saat itu, Najib menyatakan, pemerintahannya menyambut baik rencana Universitas Tsukuba di Tokyo, Jepang untuk mendirikan kampus di Selangor atau Kedah.”Namun seolah-olah tidak ada lagi perkembangan baru sejak itu,” kata dia.

CATATAN:

Dalam pernyataan terbaru yang dibuat di situsnya pada Kamis 20 Januari 2022 yang dikutip pada Jumat 21 Januari 2022, UID Bali Campus menegaskan bahwa kampus terpadu tak berupa kampus bersama. UID Bali Campus merespons pemberitaan bantahan dari MIT akan memiliki kampus di Indonesia. “Tidak ada Kampus MIT di Bali,” bunyi pernyataan UID sambil menjelaskan kolaborasi berupa flagship MIT Sloan School of Management Global Program dan program sertifikasi dengan MIT IDEAS Asia Pacific yang akan diluncurkan bersamaan momen G20 2022 di Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published.