3 Investasi Jangka Pendek Bisa Dicoba oleh Pemula

TEMPO.CO, Jakarta -Dunia investasi selalu melekat dengan apa yang disebut sebagai risiko. Keuntungan besar yang diperoleh melalui investasi biasanya mengandung risiko yang besar pula.

Namun, ada juga jenis investasi yang berisiko rendah. Jenis investasi ini biasanya disebut jenis investasi jangka pendek.

Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek merupakan jenis investasi yang prosedurnya berupa penyetoran sejumlah dana untuk dikelola dalam jangka waktu singkat untuk meraih keuntungan. Periode jenis investasi ini biasanya berlangsung kurang lebih selama satu tahun.

Berikut adalah jenis-jenis investasi jangka pendek yang cukup diminati di Indonesia.

Deposito memiliki konsep yang mirip dengan menabung. Hanya saja, dalam deposito, uang tabungan disetor ke bank. Deposito memiliki jangka waktu pengambilan selama 6 bulan, 1 tahun, atau sampai 3 tahun.

Deposito menjanjikan bunga berkisar 5-6%. Jenis investasi ini ternilai aman karena dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).

Instrumen investasi ini cukup populer dan digemari pemula. Investasi ini digemari karena bersifat liquid dan praktis. Selain itu, sekarang sudah banyak aplikasi atau situs web yang mewadahi investasi reksadana. Dalam reksadana, investor tidak memerlukan strategi investasi karena sudah ada manajer yang mengelola.

P2P lending merupakan media yang mewadahi interaksi pinjam meminjam antara pemberi pinjaman (lender atau investor) dengan peminjam (borrower). Peminjam yang dapat mengajukan pinjaman adalah pelaku usaha. Keuntungan yang diperoleh dari pelaku usaha akan memberikan profit juga kepada para pemberi investasi. Melansir OJK, sudah ada 164 perusahaan fintech penyelenggara P2P lending yang memiliki izin di OJK.

Leave a Reply

Your email address will not be published.